Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Opini

Sabtu, 6 Juli 2019 - 15:28 WIB

1 tahun yang lalu

logo

Edelbertus H.R.Ganggut (Ist)

Edelbertus H.R.Ganggut (Ist)

Sampah Dan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh  : Ebert Ganggut

Sampah adalah sisa kegiatan manusia sehari-hari dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang “Pengolahan sampah” bahwa; sampah dikelompokkan menjadi sampah rumah tangga (berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial dan fasilitas umum) dan sampah spesifik.

Sampah spesifik meliputi sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun. Manggarai khususnya wilayah kota Ruteng produksi sampah yang dihasilkan adalah cenderung sampah rumah tanggga dan sampah sejenis rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik.

Data yang disampaikan Plt.Dinas lingkungan hidup Silvanus Hadir (Floreseditorial.com 05/07/2019) terkait produksi sampah di kota ruteng yang sebanyak 200 m³/hari dan sisahnya sebanyak 56 m³/hari tidak bisa terangkut ke TPA karena  kekurangan armada dan bahan bakar adalah: lebih kepada informasih mau mengatakan telah terjadi overload sampah yang ada di kota ruteng saat ini.

Menurut saya bukan persoalan banyak atau tidaknya sampah yang dibuang orang sehari tetapi lebih kepada cara dan bagaimana sistem pengolahan sampahnya yang perlu ditangani dan disiasati, sebab jika dibalik konsep berpikirnya bahwa sampah yang dihasilkan  sangat terpengaruh dari gaya hidup dan konsumsi masing- masing orang dalam setiap rumah tangga, filosinya adalah “semakin meningkat perekonomian masyarakat maka semakin banyak dan bervariasinya jenis sampah yang dihasilkan”.

Dengan demikian seiring pertumbuhan ekonomi masyarakat manggarai yang semakin baik pada posisi 5,7% saat ini maka perlu juga diantisipasi sistem pengolahan sampah yang baik.

Persoalan sampah adalah persoalan bersama dan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat manggarai untuk sadar akan hidup bersih dan sehat. Kehadiran pemerintah adalah untuk mefasilitasi, mengatur, menata dan sekaligus mengelolah sehingga sampah tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan masyarakat. mulai dari tempat   pembuangan sementara sampai pada tempat pembuangan akhir.

Sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai tentu saya memiliki tangggung jawab moril untuk terus mendorong kinerja pemerintah daerah khususnya  Dinas Lingkungan Hidup agar lebih kreatif berpikir tentang sampah pada tahun-tahun mendatang.

Disamping itu yang perlu diingat adalah sistem pengolahan sampah di TPA setidaknya sesuai dengan standart pengolahan sampah yang baik, tidak lagi menggunakan sistem Open Dumping karena semenjak tahun 2013 sistem ini tidak lagi digunakan karena berpotensi pencemaran lingkungannya sangat tinggi.

Pola pengolahan sampah sebagaiamana yang kita ketahui saat ini lebih kepada sistem pengolahan dengan Sistem Sanitary Landfill dimana sampah dipadatkan dengan menggunakan alat berat dan kemudian ditimbun dengan tanah, sampahnya mengahasilkan air Lindi yang mengalir dalam pipa kemudian diubah menjadi gas mangsel untuk menghasilkan energi.

Sistem Sanitary Landfill  yang sedang dikerjakan  oleh pemerintah daerah Kabupaten Manggarai di TPA Poco saat ini tentu patut diapresiasi, niat yang tulus untuk mencari solusi dari Bupati manggarai  adalah cara kerja tuntas, dengan adanya mesin pengolahan sampah di TPA poco  diharapkan suatu saat TPA ini bisa menjadi Tempat Pengolah Sampah Terpadu (TPST) dimana sampah organik dan anorganik dapat didayaguna sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah, dan saya percaya dengan dukungan moril kita semua persoalan sampah dikota Ruteng dapat terselesaikan dengan baik.

Wakil ketua Komisi III ,Anggota DPRD dan Politisi PAN

Artikel ini telah dibaca 420 kali

Baca Lainnya
x