Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2020 - 14:33 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos., M.Si, memberikan bantuan beasiswa secara simbolis kepada mahasiswa asal Kabupaten Sikka, NTT di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Kamis (27/8/2020). (Foto: Yeremias Yosef Sere)

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos., M.Si, memberikan bantuan beasiswa secara simbolis kepada mahasiswa asal Kabupaten Sikka, NTT di Gedung Sikka Convention Center (SCC), Kamis (27/8/2020). (Foto: Yeremias Yosef Sere)

896 Mahasiswa Asal Sikka Dapat Beasiswa Pemkab

Maumere, floreseditorial.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka membangun kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi untuk memberikan bantuan beasiswa berprestasi, bantuan biaya dan penyusunan tugas akhir sebesar Rp 5 Miliar untuk jenjang Strata 1, Strata 2 dan Strata 3 yang dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sikka.

Mahasiswa penerima beasiswa berprestasi semeter genap Tahun Akademik 2019/2020, sebanyak 896 orang yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia, dengan penyerapan dana sebesar Rp 2.665.029.700.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya di Gedung Sikka Convention Center (SCC) pada Kamis (27/8/2020), mengatakan, pemerintah baru menyerahkan beasiswa secara simbolis bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

“Yang diserahkan hari ini, tidak ditentukan oleh Kesra Kabupaten Sikka, melainkan atas usulan masyarakat bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan pembiayaan untuk pendidikan tinggi, yang memenuhi persyaratan yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diatas tiga,” kata Bupati Sikka.

Menurutnya, program tersebut sudah berjalan cukup baik dan sudah memasuki tahun yang kedua.

“2019 lalu juga sukses dan tahun 2020 ini sudah semakin banyak. Tahun depan mungkin akan lebih banyak lagi dan mungkin bisa mencapai Rp 10 Miliar per tahun karena kebutuhan pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, beasiswa dan kesejahteraan masyarakat mempunyai kaitan yang erat, sehingga ada intervensi dari pihak Pemda Sikka untuk meningkatkan SDM dengan beasiswa perguruan tinggi.

“Karena itu uangnya rakyat Kabupaten Sikka, maka harus dipergunakan dengan baik, harus belajar lebih giat dan sungguh-sungguh. Jadi, pemerintah harus intervensi terhadap APBD kita sebanyak Rp 1,2 Triliun. Kenapa Rp 10 Miliar untuk pendidikan saja tidak bisa? Itu kecil, kecil jika dibandingkan dengan manfaat yang kita dapat. Diakhir periode kepemimpinan saya sebagai Bupati Sikka pada tahun 2023 nanti, saya harapkan ada 5.000 sampai 6.000 mahasiswa yang dibiayai pendidikannya,” tutupnya.

Berikut sebaran Penerima Beasiswa Menurut Kecamatan di Kabupaten Sikka

  1. Alok Timur, 133 mahasiswa, dengan dana Rp 368.090.700.
  2. Kecamatan Alok, 90 mahasiswa, dengan dana Rp 262.809.000.
  3. Alok Barat, 48 mahasiswa, dengan dana Rp 137.264.000.
  4. Waigete, 77 mahasiswa, dengan dana Rp 200.730.000.
  5. Talibura, 65 mahasiswa, dengan dana Rp 203.007.000.
  6. Kewapante, 53 mahasiswa, dengan dana Rp 157.130.000.
  7. Kangae, 52 mahasiswa, dengan dana Rp 194.405.000.
  8. Nita, 56 mahasiswa, dengan dana Rp 172.854.000.
  9. Mego, 31 mahasiswa, dengan dana Rp 83.210.000.
  10. Hewokloang, 35 mahasiswa, dengan dana Rp 103.775.000.
  11. Lela, 35 mahasiswa, dengan dana Rp 108.095.000.
  12. Paga, 21 mahasiswa, dengan dana Rp 64.065.000.
  13. Koting, 22 mahasiswa, dengan dana Rp 72.305.000.
  14. Nelle, 53 mahasiswa, dengan dana Rp 167.215.000.
  15. Bola, 31 mahasiswa, dengan dana Rp 91.850.000.
  16. Doreng, 36 mahasiswa, dengan dana Rp 97.360.000.
  17. Mapitara, 18 mahasiswa, dengan dana Rp 50.890.000.
  18. Waiblama, 9 mahasiswa, dengan dana Rp 24.005.000.
  19. Palue, 9 mahasiswa, dengan dana Rp 25.750.000.
  20. Tanawawo, 7 mahasiswa, dengan dana Rp 20.655.000.
  21. Magepanda, 15 mahasiswa, dengan dana Rp 59.565.000.

Jumlah 896 mahasiswa, dengan dana Rp 2.665.029.700. (ric)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya