Pendidikan

Senin, 5 Agustus 2019 - 18:14 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Ilustrasi:Net

Ilustrasi:Net

Guru THL di SMP Negeri 13 Borong Diduga Aniaya Siswa

Floreseditorial.com, Borong – Yulianda Afrioni Suni, salah seorang guru Honor di SMP Negeri 13 desa Nanga Labang, kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur kembali diadukan oleh salah seorang siswi kelas III di sekolah tersebut.

Hal ini dikarenakan dirinya merasa sudah sering kali dilukai oleh oknum guru tersebut.

MYK, siswa kelas III di sekolah tersebut saat ditemui media ini menunjukan bagian wajahnya yang terluka karena ulah oknum guru tersebut, usai upacara bendera pada Senin (05/08).

“Tadi itu pas apel bendera saya menjadi dirigen lagu Indonesia Raya, karena yang bertugas tidak datang,” kata MYK, siswi yang juga menjadi peserta pop singer tingkat SMP di kecamatan Borong yang kala itu berniat membantu menjadi dirigen.

Menurutnya, dikarenakan lagu Indonesia raya sudah selesai dan bendera belum selesai dinaikan dirinya terlebih lebih dahulu meninggalkan tempat dirigen dan kembali ke barisan.

“Usai apel, ibu Rion memanggil saya dan langsung mencubit bagian hidung saya hingga berdarah, karena saya telah meninggal tempat dirigen,” kata MYK.

Untungnya, lanjut MYK, beberapa orang guru lainnya membantu memberikan tisu pada dirinya karena banyaknya darah pada bagian wajahnya.

Menurut MYK, hal tersebut bukan yang pertama kali dilakukan oleh ibu guru yang biasa di panggil Rion itu.

“Saya sudah dua kali dilukai olehnya, semuanya dibagian hidung saya” kata MYK sembari menunjukkan bagian luka pada hidungnya.

Sementara orang tua MYK, Maria Adelheid menjelaskan bahwa dirinya akan menemui kepala sekolah SMP Negeri 13 Borong untuk meminta penjelasan kepala sekolah atas perilaku guru tersebut.

“Besok (06/08), saya akan temui kepala sekolah. Kalau dilukai satu kali mungkin itu namanya didikan, tapi ini sudah beberapa kali dilakukan pada anak saya dan ini bukan lagi namanya didikan tetapi penganiayaan dan ini tidak bisa dibiarkan,” kata Maria geram.

Ia menjelaskan bahwa didikan terhadap siswa seharusnya bisa dilakukan tanpa harus melukai.

“Apa lagi anak saya akan mewakili sekolah tersebut mengikuti pop singer besok (06/08). Kami orang tua boleh berpikir bagaimana agar bisa membeli perlengkapan yang baik untuk membesarkan nama sekolah, malah guru lagi yang harus melukai anak saya. Saya akan batalkan anak saya untuk mengikuti ajang ini,” kata Maria Adelheid yang kesal dengan ulah oknum guru tersebut.

Sementara hingga kini, media ini masih berusaha menghubungi kepada dinas pendidikan kabupaten Manggarai Timur terkait aduan siswa yang mengaku sudah sering kali dilukai oleh gurunya sendiri itu.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 519 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya