Cheap NFL Jerseys From China Wholesale Jerseys

Headline Manggarai News Pendidikan Video Viral

Kamis, 22 Oktober 2020 - 22:13 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Screenshot video pertengkaran Kepsek dan Bendahara BOS SMAN 2 Rahong Utara Beokina. (Foto: Ist)

Screenshot video pertengkaran Kepsek dan Bendahara BOS SMAN 2 Rahong Utara Beokina. (Foto: Ist)

Upload Video Pertengkaran Kepsek dan Bendahara BOS di YouTube, Guru Honorer di Rahong Utara Dipecat Ketua Komite

Manggarai, Floreseditorial.com – Usai mengunggah video pertengkaran antara Kepala Sekolah (Kepsek) dengan Bendahara Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di jejaring media YouTube sekitar dua bulan lalu, seorang Guru Honorer di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Rahong Utara Beokina, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipecat Ketua Komite Sekolah.

Hal tersebut dijadikan dasar Ketua Komite Sekolah untuk mengajukan pemecatan Guru Nonorer tersebut kepada Kepsek, melalui Surat Pengajuan Pemecatan Nomor: 1/KOMITE SMAN 2 RAHUT BK/VIII/2020 pertanggal 29 Agustus 2020.

Titus Mbeluk, Guru Honorer yang dipecat itu, mengisahkan, surat pemecatan yang dilayangkan pihak Komite Sekolah bermula ketika pada tanggal 11 Agustus 2020, pihak sekolah mengadakan rapat awal tahun terkait pembagian tugas mengajar guru.

“Saat rapat berlangsung, Bendahara Dana BOS Sekolah mengajukan pernyataan pengunduran diri kepada Kepsek, dengan alasan sudah tidak mampu menjabat sebagai Bendahara BOS Sekolah lagi. Namun, hal itu ditolak Kepsek dengan membentak Bendahara BOS Sekolah hingga terjadi perdebatan diatara keduanya. Situasi rapat pun jadi tak terkendali. Di tengah situasi yang saling membenarkan argumentasi di antara keduanya, beberapa peserta rapat mengabadikan kejadian tersebut dalam sebuah video,” terangnya.

Situasi rapat saat itu, berakhir begitu saja. Hingga pada tanggal 11 Agustus malam, Titus, yang mendapat video tersebut dari rekan guru lainnya, lantas mengunggah video itu ke akun YouTube miliknya, dengan judul “Rapat Ricuh Kepsek vs Bendahara BOS”. Video itu kemudian viral dan hingga saat ini telah ditonton sebanyak 12 ribu kali.

Menurut Titus, dalil Komite Sekolah yang dijadikan dasar pemecatan dirinya, sangat tidak mendasar. Sebab dalam surat yang diterimanya, alasan pemecatan yang dilayangkan Komite Sekolah adalah karena Ia mengambil video tersebut tanpa seizin pemimpin rapat, melanggar tata tertib guru dan pegawai non PNS, serta dianggap meresahkan orang tua wali murid.

Titus, yang telah mengabdi sejak tahun 2013 di sekolah tersebut, merasa tidak puas dengan keputusan yang Ia anggap janggal itu. Menurutnya, sejak awal mengabdi, Ia diberi SK oleh Kepsek, bukan oleh Komite Sekolah, Sehingga yang mestinya melayangkan Surat Pemecatan adalah Kepsek.

Tak puas akan hal itu, Titus, melayangkan pengaduan kepada Pengawas Provinsi perihal pemecatan dirinya. Pihak Pengawas provinsi mengaku sudah memerintahkan Koordinator Pengawas Kabupaten Manggarai untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut. Namun, hingga saat ini, dirinya belum bertemu dengan Koordinator Pengawas yang di maksud.

Bagi Titus, pemecatan atas dirinya itu sangat tidak prosedural. Apabila Kepsek dan Komite Sekolah tidak mengevaluasi dasar pemecatan itu sesuai prosedur, maka dirinya akan menempuh jalur hukum.

“Saya sendiri tidak mengerti, unggahan video tersebut sebagai dasar pemecatan untuk saya. Sementara transparansi dalam suatu lembaga menurut saya sangatlah penting. Point mana yang menurut mereka melanggar tata tertib sekolah dan meresahkan orang tua wali peserta didik atas unggahan video tersebut?,” tanyanya.

Menurutnya, unggahan video yang viral tersebut adalah fakta yang terjadi saat itu di sekolah, bukan rekayasa yang sengaja dibuat oleh dirinya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala SMAN 2 Rahong Utara Beokina, Tion Aloysius, menuturkan, yang bersangkutan (Titus Mbeluk, red) merupakan guru yang berijazahkan Diploma Tiga (D3).

“Menurut UU No 16 Tahun 2007, Titus, sudah tidak bisa mengajar, terkait aturan Kurikulum 2013. Sebelumnya, yang bersangkutan adalah operator, lalu Dia undur diri, sehingga saya carikan pengganti S1,” ujarnya.

Menurut Kepsek Tion, jika guru D3 mengajar SMA, maka akreditasinya C turun, sehingga tidak jadi terakreditasi. Karena itu, saat Kurikulum 2013 diberlakukan, Ia memanggil, Titus,untuk menyampaikan bahwa yang bersangkutan diberhentikan dari guru dan menjadi pegawai sekolah. Namun yang bersangkutan tidak mau.

“Tidak bisa, Pak. Kualifikasinya harus S1 semua. Pak, punya bidang TIK sudah tidak ada,” imbuhnya.

Tion mengaku, pemecatan guru tersebut dilakukan oleh Ketua Komite lantaran pihaknya tidak menginginkan nama sekolah rusak hanya gara-gara unggahan video itu.

“Ketua Komite yang pecat, Pak. Bukan saya. Kalau memang Dia mempersoalkan saya, apa alasannya. Saya tidak pernah buat surat pemberhentian kepada saudara Titus itu,” ujarnya.

Kepsek Tion, menambahkan, kalau memang yang bersangkutan tidak bersalah sesuai tuntutan surat pemecatan dari Ketua Komite, yang bersangkutan bisa menghadap Kepsek untuk kemukakan alasannya.

“Kalau memang Dia tidak bersalah sesuai tuntutan surat saudara Komite tempo hari, silahkan menghadap ke sekolah. Tujuan suratnya itu kan kepada Kepsek. Kalau pun Dia tidak bersalah, kemukakan alasannya di depan Kepsek,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komite, Alfonsus Asman, saat dikonfirmasi media ini, mengaku, Ia yang telah menonaktifkan guru tersebut.

“Yang menonaktifkan guru tersebut adalah Komite. Artinya, tanggung jawab ada pada Komite,” tukasnya.

Asman mengatakan, hal tersebut dilakukan karena yang bersangkuta telah membuat viral situasi rapat pada tanggal 12 Agustus lalu, yang menyebabkan masyarakat Beokina dan orang tua wali murid jadi resah. (ado)

Berkut video pertengkaran Kepala Sekolah dengan Bendahara Dana Bantuan Operasional (BOS) Sekolah di SMAN 2 Rahong Utara Beokina

Artikel ini telah dibaca 7471 kali

Baca Lainnya