Pendidikan

Senin, 28 Oktober 2019 - 21:51 WIB

1 bulan yang lalu

logo

kegiatan Workshop bertema ‘Digital Printing dan Sablon’, SMK Informatika St. Petrus Ruteng (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

kegiatan Workshop bertema ‘Digital Printing dan Sablon’, SMK Informatika St. Petrus Ruteng (Foto: TeamYPF/Adrianus Paju)

Workshop dan Literasi Peringati Hari Sumpah Pemuda

Floreseditorial.com, Ruteng – Dalam rangka merayakan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2019, SMK Informatika St. Petrus Ruteng menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya. Kali ini, melalui pihak Osis sekolah sebagai penyelenggara, mengadakan kegiatan Workshop bertema ‘Digital Printing dan Sablon’.

Turut hadir, pelaku bisnis clothing atau sablon baju, Muhamad Ansori dari ‘Ruteng Ruang Sablon’ yang menjadi pemateri untuk memberi pelatihan besik dasar produksi sablon baju hingga proses desain. Di sisi lain, pihak sekolah pun turut menyertakan agenda kegiatan ‘Literasi Bergerak’ yang rutin dilakukan oleh sejumlah komunitas pegiat literasi.

Diantaranya dari Rumah Baca Aksara, Klub Buku Petra, Sastra Hujan, Manik Art dan Manggarai Art.

Anastasia Mimi selaku guru dan juga pembina Osis SMK Informatika St. Petrus Ruteng mengatakan jika kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya dari pihak sekolah untuk mendongkrak minat serta kemauan belajar dari siswa didik.

“Harapannya, untuk siswa dkdik agar lebih giat belajar lagi dan ada kemauan untuk mencari ilmu di luar kelas,” tutur Anastasia Mimi usai kegiatan, senin (28/10).

Dalam kegiatan workshop tersebut, sejumlah kelas kejuruan, diantaranya Jurusan Multimedia, TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) dan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) tampak begitu antusias mengikuti pelatihan tersebut.

“Jadi targetnya sendiri bisa dibilang untuk memberi pelatihan kepada siswa didik untuk bisa menangkap dunia industri kedepan,” imbuhnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Dedi Dion selaku guru Produktif TKJ menambahkan, bahwa target yang ingin dicapai dari agenda tersebut adalah yang pertama, kegiatan pembelajaran berbasis ganda dengan melibatkan dunia Industri demi tercapainya sistem pendidikan nasional sesuai standar.

“Tentu hal ini berangkat dengan acuan undang-undang pendidikan Nasional tahun 2016 tentang sistem pendidikan nasional,” tutur Dedi.

Kemudian target lainnya adalah agar siswa didik bisa memahami prsoses industri clothing atau sablon baju. Mulai dari mendesain sederhana hingga memahami proses sablon secara cepat dengan mempelajari proses yang sering dilakukan dalam dunia usaha.

“Sehingga peserta didik kedepannya bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia digital dan sablon. Serta mengajarkan anak didik untuk bisa terjun kedunia usaha,” imbuhnya.

Begitu juga dengan dihadirkannya agenda kegiatan ‘Literasi Bergerak’ yang tujuannya mendekatkan siswa didik untuk lebih peka dengan budaya membaca.

“Sebenarnya agenda kegiatan ini juga merupakan konsep dari para guru agar proses pembelajaran tidak monoton di kelas. Setidaknya ada variasi metode pembelajaran lain yang tepat dan bisa menunjang pengetahuan siswa didik,”.

“Dan kebetulan tema sumpah Pemuda hari ini adalah ‘Bersatu kita maju’, wajib nya kita turut melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama saling mendukung demi memajukan dunia pendidikan,” jelasnya.

Dedi pun mengaku, pihak sekolah akan berupayan mengagendakan kegiatan serupa agar terus berkelanjutan. “ Konsep itu juga untuk mempersiapkan dan menjawab visi misi sekolah kita di SMK Informatika St. Petrus, maka sekolah harus berkesinambungan dengan kegiatan seperti ini. Dimana berkaitan dengan workshop ilmu kejuruan ataupun pengetahuan umum,” tutup Dedi.

Laporan : Adrianus Paju

Artikel ini telah dibaca 227 kali

Baca Lainnya
x