Sosok

Sabtu, 9 November 2019 - 09:58 WIB

4 hari yang lalu

logo

Agustine Davinta Rotua Sibarani (Foto: Dokpri)

Agustine Davinta Rotua Sibarani (Foto: Dokpri)

Mengenal Agustine Davinta, Mantan Pramugari yang Ingin Membangun Manggarai Barat

Floreseditorial.com – Bagi yang mengenal Muhammad Achyar, tentu tak asing dengan sosok Agustine Davinta. Sosok perempuan berparas cantik yang terlahir dengan nama Agustine Davinta Rotua Sibarani ini adalah istri salah satu Bakal Calon Bupati Manggarai Barat yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Sebelum menikah, beragam kegiatan sosial dilakukan disela-sela kesibukan oleh wanita yang berprofesi sebagai pramugari ini antara lain melakukan kegiatan bakti sosial, santunan kepada anak yatim piatu, bantuan untuk pembangunan rumah ibadah dan mengumpulkan donasi bagi korban bencana alam.

Semua kegiatan sosial tersebut dilakukan melalui 234 SC (Social Community) sebuah komunitas sosial yang peduli akan isu sosial dan kemanusiaan.

Kepada floreseditorial.com, Davinta demikian biasa disapa, bercerita awal perjalanan kariernya yang dimulai dari seorang pramugari. Davinta memulai karirnya sebagai pramugari maskapai Lion Air. Wanita cantik kelahiran Pati , 7 Agustus 1992 ini pun berpengalaman menjadi pramugari di beberapa maskapai lain di antaranya Air Asia dan Sriwijaya Air yang melayani rute domestik maupun luar negeri, sehingga perihal dan sifat melayani telah menjadi suatu hal yang biasa bagi wanita berpostur tubuh setinggi 167 cm ini.

Dalam sejumlah kesempatan, Agustine Davinta Rotua Sibarani kerap berpose mesra dengan sang suami (Foto:Dokpri)

“Tahun 2018 saya mengundurkan diri dari paramugari dan memutuskan untuk fokus mendampingi suami dan mengurus buah hati sambil tetap menyempatkan waktu mengikuti kegiatan sosial,” ujar Davinta dalam wawancara dengan floreseditorial.com, Jumat (08/11) kemarin.

Suaminya saat awal menikah adalah seorang advokat. Bahkan karier sang suami juga sedang beranjak naik. Namun panggilan hati untuk membangun kampung halaman tak bisa dihentikan. Davinta pun mendukung sepenuhnya langkah suami, Muhammad Achyar untuk pulang kampung membangun Manggarai Barat.

Davinta adalah pribadi tangguh, mandiri, berani, suka tantangan, dan tidak suka berpangku tangan. Sebagai istri advokat yang cukup dikenal luas, banyak program dalam benaknya yang hendak dia canangkan agar sukses untuk membangun kampung halaman suami. Salah satunya adalah mengadopsi kegiatan sosial 234 Social Community untuk dapat diterapkan di Manggarai Barat.

Program sosial 234 SC ini ternyata mampu membantu warga yang kurang mampu. Program ini sekaligus membangkitkan semangat saling membantu satu sama lain dan pastinya tidak sulit untuk diterapkan di Manggarai Barat terutama dapat menjadi kegiatan sosial dan menjadi wadah alternative bagi kalangan anak-anak muda atau kamu milenial yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungannya.

“Bersama suami, kegiatan sosial ini, insyaallah, akan kita bangun di Manggarai Barat,” ungkap Putri pasangan bapak Tumpal Sibarani , SH dan ibu Veronica Ninik Indrawati.

Kenalkan Kain NTT

Selain menjadi Pramugari, Agustine Davinta juga memiliki kepedulian pada kain tenun NTT meskipun bukan seorang model, Davinta kerap memposting foto-foto dirinya yang mengenakan kain tenun NTT dengan harapan agar hasil karya dan kekayaan budaya NTT dapat semakin populer dan dikenal luas oleh masyarakat di luar NTT.

Dalam beberapa pose pengambilan foto, Agustine Davinta Rotua Sibarani kerap berpose dengan kain tenunan asal NTT (Foto: Dokpri)

Selain memiliki keunikan dari segi motif, ia menjelaskan bahwa kain tenun NTT sangat berbeda dengan kain tenun wilayah lain di Indonesia

“Dari proses pembuatannya sangat rumit bahkan untuk ukuran 25 centimeter kali 1 meter saja bisa menghabiskan waktu selama satu minggu, Teknik pembuatannya juga unik dengan metode tenun ikat dan bahudu, itu teknik pembuatan tenun seperti menyulam, teknik yang agak susah karena rumit, dan sama sekali tidak menggunakan mesin, dan inilah yang menjadikan saya semakin bersemangat untuk mempromosikan kain tenunan NTT,” imbuhnya.

Kain tenun NTT terutama kain songket Manggarai memiliki kesan tersendiri baginya. Davinta mengisahkan, “Saya memiliki kesan mendalam dengan kain tenun songket Manggarai, sebab kain songket adalah hadiah pertama yang diberikan oleh Pak Achyar kepada saya saat di awal perkenalan kami, dan hal itulah yang membuat saya semakin jatuh cinta kepada sosok suami saya, tapi juga pada sifatnya yang mencintai budaya tanah kelahirannya”

Seperti diketahui, Achyar memang kerap menggunakan topi songke dalam keseharian aktifitasnya.

Laporan : IDE

Artikel ini telah dibaca 2829 kali

Baca Lainnya
x