• Minggu, 26 Juni 2022

Siraman Rohani Selasa, 17 Mei 2022: Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!      

- Selasa, 17 Mei 2022 | 00:05 WIB
Siraman Rohani  Selasa, 17 Mei 2022: Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!      
Siraman Rohani Selasa, 17 Mei 2022: Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!      

Oleh: Pater Fredy Jehadin

INJIL YOHANES
14: 27 - 31a

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada BapaKu, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diriKu. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepadaKu.

Siraman Rohani

Damai Sejahtera Kutingggalkan Bagimu!                                                                                               
Saudara-saudari... Pernahkah anda mengalami rasa damai dalam hati walaupun anda ditantang? Dan sesudah anda keluar dari tantangan itu, apakah anda masih berani menjalankan pekerjaan, yang menurut anda bahwa pekerjaan itu adalah perintah Tuhan?

Dalam bacaan pertama hari ini, yang diambil  Kisah Para Rasul: 14:19-28, kita mendengar bagaimana Paulus dan Barnabas ditantang oleh orang Yahudi di Listra. Mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya keluar kota.

Orang menyangka, dia sudah mati, karena itu mereka tinggalkan dia di sana. Kemudian para murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah dia lalu masuk ke kota. Keesokannya ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe mewartakan Injil lalu kembali lagi ke Listra. Paulus sama sekali tidak merasa takut. Dia mengalami rasa damai dalam hatinya. Dia tetap fokus pada pekerjaannya yaitu mewartakan Injil Tuhan.

Paulus sanggup menjalakan semuanya ini karena ia sudah mendapat kekuatan dari Tuhan. Hati dan pikirannya sudah dipenuhi dengan rasa damai. Damai sejahtera itu sudah tinggal di dalam hati dan pikiran Paulus. Apapun bentunya tantangan dari luar, ia tetap sanggup menghadapi semuanya dengan tenang. Dia tidak lari.

Saudara-saudari...Pada malam perpisahan, Yesus memberi amanat kepada para murid-muridNya. Katanya: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagi mu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepada-Mu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.” 

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X