• Jumat, 1 Juli 2022

Renungan Bulan Maria, 19 Mei 2022: Rahasia Terakhir dari Fatima

- Kamis, 19 Mei 2022 | 00:00 WIB
Tiga saksi penampakan Bunda Maria di Fatima (Net)
Tiga saksi penampakan Bunda Maria di Fatima (Net)

Oleh Rm Beny Jaya

Dalam Renungan Bulan Maria selama beberapa hari ke depan , kita akan berfokus pada contoh dan kata-kata dari guru besar pentahbisan, penyeraan Maria lainnya: St. Paus Yohanes Paulus II.

Dia adalah "Paus pencintai Maria yang hebat," begitu dia dipanggil, secara mendalam ketika memperdalam pemahaman Gereja tentang penyerahan kepada Maria.

Dibangun di atas karya Konsili Vatikan Kedua, Ia memberi kita perlakuan yang sepenuhnya bersifat alkitabiah tentang pentahbisan, penyerahan Maria yang juga disebutnya "pemberian kepercayaan" dan menampung gagasan tentang peran Maria untuk membawa kita ke dalam misteri cinta penebusan Kristus termasuk penyerahan diri kepada Bapa.

Pada tahun 1917, ketika Perang Dunia I berkecamuk, Santa Perawan Maria menampakkan diri kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal.

Dia memberi tahu mereka bahwa perang akan berakhir tetapi jika orang tidak bertobat, perang yang lebih buruk akan terjadi dan Rusia akan menyebarkan kesalahannya ke seluruh dunia, menyebabkan lebih banyak perang, pengrusakan dan penganiayaan terhadap Gereja.

Untuk mencegah hal ini, Maria meminta agar Bapa Suci menguduskan Rusia kepada Hatinya yang Tak Bernoda dan agar orang-orang membuat lima komuni untum perbaikan hidup di "Sabtu Pertama" berturut-turut.

Pada akhirnya, katanya, Hatinya yang Tak Bernoda akan menang.

Sangat menarik bahwa Maria menyebutkan Rusia. Pada saat itu, ini menimbulkan kebingungan: Rusia? Rusia Suci? Kesalahan apa yang akan disebarkan oleh negara Kristen yang taat ini ke seluruh dunia? Dan bagaimana bisa Rusia yang begitu miskin memiliki pengaruh yang begitu besar? (Pada titik ini dalam sejarah, revolusi Soviet masih dalam masa pertumbuhan; rezim komunis, ateis, totaliter belum didirikan.)

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X