• Rabu, 29 Juni 2022

Siraman Rohani Rabu, 26 Mei 2022: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga Membuka Wawasan Baru Bagi kita!    

- Kamis, 26 Mei 2022 | 00:30 WIB
Siraman Rohani  Rabu, 26 Mei 2022: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga Membuka Wawasan Baru Bagi kita!   (Ilustrasi/Net)
Siraman Rohani Rabu, 26 Mei 2022: Kenaikan Yesus Kristus ke Surga Membuka Wawasan Baru Bagi kita!   (Ilustrasi/Net)

Oleh: Pater Fredy Jehadin

Injil Lukas 24: 46 - 53

KataNya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu.

Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tanganNya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Siraman Rohani

Saudara-saudari... Hari ini kita merayakan hari Raya Kenaikan Tuhan ke surga. Perayaan hari ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting:

1) Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita bahwa sesudah perjalanan kita di dunia ini berakhir, maka jiwa kita akan mengikuti Yesus Kristus, menuju surga dan bersatu kembali dengan Dia yang sudah menciptakan kita. Roh yang kita miliki sesungguhnya adalah milik Tuhan. Dia sendiri yang memberikannya kepada kita di saat Ia menciptakan kita. Dia yang memberi, Dia juga yang akan mengambilnya kembali dan hidup bersamaNya untuk selama-lamanya. Kenaikan Yesus Kristus sudah membuka wawasan baru bagi kita akan kehidupan kita.

2) Kenaikan Yesus Kristus ke surga mengingatkan kita akan kehidupan baru. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu masuk ke dalam satu kehidupan baru. Yesus sendiri sudah bersabda: “Akulah kehidupan, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan memperoleh hidup abadi.” Sebagai pengikut Kristus, kita harus bersyukur karena Ia yang adalah sumber kehidupan sudah mendahului kita dan sudah menunjukkan jalan ke mana kita harus pergi sesudah ziarah kehidupan kita di dunia ini berakhir. Kematian tubuh sesungguhnya bukanlah malapetaka yang menghancurkan harapan kita, sebaliknya satu peristiwa iman yang mendatangkan kebahagiaan di mana lewat kematian tubuh, jiwa kita, sesudah mengalami proses penyucian, akan naik bersama Kristus menuju surga, di mana Bapa bersama penghuni surga bersemayam dalam damai dan penuh sukacita untuk selama-lamanya.

3) Kenaikan Yesus Kristus mengingatkan kita akan satu hadiah Tuhan yang sangat mulia yang sudah diberikanNya kepada kita, yaitu Roh Kudus. Kalau Yesus Kristus tidak naik ke surga, maka Roh Kudus tidak datang kepada kita. Hari ini, lewat Injilnya, Yesus berkata: “Aku akan mengirim kepadaMu apa yang dijanjikan Bapa-Ku, Ialah Roh Kudus. Kamu akan diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Bdk Yoh 16: 7). Beberapa hari sesudah kenaikanNya ke surga, Roh Kudus turun ke atas para Rasul pada hari pentekosten. Turunnya Roh Kudus ke atas para rasul merupakan pemenuhan janji Kristus. Roh Kudus sudah menjadi pembimbing dan pelengkap kekuatan Allah yang dikenakan oleh para rasul sewaktu mereka keluar mewartakan ajaran Kristus. Roh Kudus mengingatkan para Rasul akan apa yang sudah diajarkan Kristus selama Dia hidup bersama mereka. Roh Kudus yang sama sudah dicurahkan kepada kita sewaktu kita menerima Sakramen Permandian dan diteguhkan lewat Sakramen Krisma. Roh Kudus inilah yang selalu membimbing kita sehingga kita selalu sadar untuk melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan dan sesama, dan apa yang tidak berkenan. Roh Kudus inilah yang selalu mengingatkan kita akan dosa yang sudah kita lakukan dan menggerakkan hati dan pikiran kita untuk kembali mengakui semua dosa kita lewat menerima Sakramen Pengakuan.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X