Titipkan Air Mataku pada Hujan

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:19 WIB
Titipkan Air Mataku pada Hujan (Photo editor: Tino Mbagur)
Titipkan Air Mataku pada Hujan (Photo editor: Tino Mbagur)

Ada sebuah kapela tua. Tak terlalu tua sih. Tapi kapela itu menyimpan ribuan kisah lama; cerita dua anak muda yang kala itu bersimpuh di bawah atapnya.

Rupanya, kedua anak muda itu saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Rindu mungkin rasa yang paling mereka pendam.

Kedua anak muda itu saling bertatap. Sesekali mereka tersenyum malu-malu.
"Tak nyangka ya, kita akhirnya ketemu," ujar si laki-laki sambil mengelus-elus rambut perempuan di sampingnya.

"Aku jauh-jauh datang demi kamu loh," ujarnya lagi.

Kala itu, ribuan puspa menatap kedua anak muda itu. Puspa nyaman jadi saksi bisu.

"Nana! Aku punya mantan. Dia baik sekali. Dia ganteng; dia punya segalanya, termasuk pernah memiliku seutuhnya. Jujur ya, aku sukar melupakan rupanya," tutur si perempuan dengan polosnya. Ia tak mempedulikan perasaan laki-laki di sampingya itu.

Hujan semakin deras. Si laki-laki mulai memindahkan motornya yg sudah terlanjur basah.

Baca Juga: Kantor Dishub Matim Digeledah Kejari Manggarai, Ada Apa? Ternyata Karena Kasus Ini

"Aku pindahkan motorku dulu ya!" Kata laki-laki itu.

Halaman:

Editor: Tolentino Mbagur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Generasi Pengabdi Hoaks

Sabtu, 7 Januari 2023 | 09:53 WIB

Jelang Tahun Baru 2023, Waspadai Beberapa Hal ini

Jumat, 23 Desember 2022 | 09:46 WIB

Sejarah Kabupaten Manggarai Barat

Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:48 WIB

Titipkan Air Mataku pada Hujan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 20:19 WIB
X