• Jumat, 1 Juli 2022

Jangan Sesekali Memberikan OTP ke Orang Lain! Ini Alasannya

- Rabu, 18 Mei 2022 | 20:45 WIB
Ilustrasi Kode OTP (One Time Password) (pixabay)
Ilustrasi Kode OTP (One Time Password) (pixabay)

Floreseditorial.com - Istilah kata sandi satu kali (one-time password/OTP) akhir-akhir sering dibicarakan, salah satunya sejak penipuan oleh pihak yang mengatasnamakan ojek daring terhadap penyanyi Maia Estianty.

Maia melalui media sosial menceritakan peretas, yang menyamar menjadi pengemudi ojek dan mengambil pesanan layanan antar-makanan. Pelaku mengaku mengalami kendala dan meminta Maia mengirim OTP agar bisa menyelesaikan pesanan.

CEO NTT Ltd Indonesia, perusahaan yang bergerak di keamanan siber, Hendra Lesmana, menilai posisi OTP, di dunia nyata, ibarat kunci tambahan untuk mengamankan rumah.

"Perlakukan seperti itu," kata Hendra ketika memberikan pemahaman soal OTP.

Baca Juga: Agar Kata Sandi Kebal dari Serangan Hacker, Ikuti Sembilan Aturan Dasar Ini

OTP merupakan perlindungan ekstra, autentikasi banyak faktor (multifactor authentication), untuk sebuah platform, biasanya diberikan melalui pesan singkat di ponsel (SMS) atau surat elektronik (surel atau email). Pengguna diminta memasukkan OTP untuk masuk aplikasi (login) aplikasi ojek daring, meski pun sudah memasukkan kata kunci sebagai tambahan keamanan.

Ia mengemukakan, pada umumnya OTP hanya berlaku dalam batas waktu tertentu, misalnya lima menit, setelah lewat batas waktu, pengguna bisa meminta OTP yang baru kepada penyelenggara platform.

Hendra mengibaratkan platform yang akan dibuka seperti alamat rumah di dunia nyata, pengguna harus tahu aplikasi atau situs apa yang akan dibuka.

Untuk membuka rumah, atau dalam hal ini login platform, pengguna harus memiliki kunci, yaitu kata sandi dan OTP.

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X