• Sabtu, 28 Mei 2022

Agar Tidak Tertipu, Ini Tips Bedakan Cokelat Asli dan Campuran

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 22:11 WIB
Cokelat (Screenshot dari youtube Tri Pujis)
Cokelat (Screenshot dari youtube Tri Pujis)

Floreseditorial.com - Couverture chocolate yakni cokelat berkualitas tinggi atau kerap disebut cokelat asli memiliki perbedaan dengan cokelat yang dicampur bahan lainnya atau compound chocolate.

Pemilik Usaha Pipiltin Cocoa Tissa Aunilla mengatakan, couverture chocolate terbuat dari biji cokelat asli dan ketika diolah menggunakan mesin maka akan menghasilkan cocoa butter dan cocoa powder yang akan meleleh ketika sampai di lidah.

"Sensasinya beda di lidah karena meleleh di suhu tubuh manusia," katanya dalam acara daring yang digelar Tokopedia, Kamis.

Sementara pada compound chocolate, biji cokelat dicampur dengan minyak nabati sehingga perlu menguyah saat memakannya.

"Minyak nabati itu titik lelehnya berbeda dengan suhu tubuh manusia, jadi (compound chocolate) harus dikunyah dan biasanya agak menempel di langit-langit mulut. Itu perbedaannya dengan couverture chocolate," kata Tissa.

Berbicara tren cokelat di Indonesia, Tissa menyebut cokelat batangan atau kerap disebut chocolate bar dan minuman cokelat atau chocolate drink yang dibuat dengan cokelat leleh dengan rasa manis yang lebih sedikit dan konsistensi yang lebih kental, yang saat ini banyak disukai masyarakat.

"Selain chocolate bar, juga chocolate drink yang betul-betul trennya sangat baik, karena di Indonesia kita tidak terbiasa makan chocolate bar. Saya kalau ada di kulkas chocolate bar, lalu bosan, saya bikin jadi chocolate drink," tutur dia.

Tissa bersama adiknya, Irvan Helmi, melalui usaha bidang cokelatnya yang dibangun sejak tahun 2013 itu berusaha menghadirkan cokelat dengan kualitas baik sembari ikut membantu memberdayakan petani lokal. Biji cokelat mereka langsung dapatkan dari petani lokal.

"Kami bekerja sama dengan sekitar 2000 petani di Indonesia. Kami memberdayakan petani lokal yakni menghubungkan hulu dan hilir jadi Pipiltin di Jepang bisa menulis surat ke petani di Bali dan surat menyurat dan itu sangat mempengaruhi penjualan dan semangat petani. Petani termotivasi sekali karena cokelat Bali ada di Jepang, jadi punya tanggung jawab moral menjaga kualitas biji cokelat," jelas dia.

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X