Wisata

Rabu, 4 Maret 2020 - 22:45 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Rapat koordinasi rencana Kegiatan TDF, sebagai bentuk keseriusan BOPLBF untuk mempersiapkan 11 Kabupaten terkoordinasi sebagai wilayah penyangga guna memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan pariwisata (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Rapat koordinasi rencana Kegiatan TDF, sebagai bentuk keseriusan BOPLBF untuk mempersiapkan 11 Kabupaten terkoordinasi sebagai wilayah penyangga guna memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan pariwisata (Foto: TeamYPF/Edi Risal)

Dukung Pariwisata Super Premium, BOPLBF Lakukan Tour De Florata

Floreseditorial.com, Labuan Bajo –
Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) mengirim sebanyak 7 Tim dalam Tour De Florata (TDF) ke 11 wilayah koordinasi BOPLBF di Kab. Bima, Alor dan Daratan Flores, mulai pertengahan Februari hingga akhir Maret 2020.

Kegiatan TDF ini dilaksanakan dengan tujuan menggali data dan informasi terkait potensi pariwisata, industri dan ekonomi kreatif, serta potensi budaya dan atraksi yang bisa diangkat menjadi festival di 11 wilayah koordinasi BOPLBF.

Selain itu, TDF dilaksanakan sekaligus sebagai sarana membangun komunikasi dan silaturahmi dengan Pemda di 11 Kabupaten terkoordinasi.

Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina juga turut memimpin langsung rombongan TDF ke beberapa Kabupaten, antara lain Kab. Alor, Kab. Bima dan Kab. Lembata.

Shana menjelaskan, pelaksanaan kegiatan TDF ini sebagai bentuk keseriusan BOPLBF untuk mempersiapkan 11 Kabupaten terkoordinasi sebagai wilayah penyangga guna memenuhi tuntutan kebutuhan pembangunan pariwisata, baik pariwisata Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Premium sesuai arahan Presiden Joko Widodo, maupun untuk memenuhi kebutuhan pariwisata di masing-masing wilayah penyangga itu sendiri.

“Kami sedang berupaya memaksimalkan peran ke 10 kabupaten lain, mendorong mereka memperkuat sektor-sektor unggulan sehingga akhirnya bisa mengisi kebutuhan pasar pariwisata baik bagi kebutuhan destinasi pariwisata di kabupatennya sendiri dan pasar Labuan Bajo”, jelas Shana.

Selain itu menurut Shana, pengembangan destinasi wisata di 10 Kabupaten lain juga menjadi perhatian BOPLBF. Shana menjelaskan, selain destinasi wisata yang sudah ada dan dikenal, masih banyak juga spot wisata baru yang ditemukan dan akan dirintis.

“Potensi pariwisata yang ada di wilayah penyangga ini juga harus diperkuat, sehingga bisa ada travel pattern buat para wisatawan. Wisatawan punya alternatif wisata baru dan secara otomatis membantu persebaran wisatawan di destinasi wisata yang ada di Kabupaten lain selain Labuan Bajo”, jelas Shana.

Shana juga menegaskan, TDF dilaksanakan untuk memperkuat sinergi lintas Pemda di lintas kabupaten sekaligus untuk memastikan semua wilayah koordinasi berjalan sesuai ritme yang sama, yaitu mendorong terwujudnya akselerasi pembangunan pariwisata di Labuan Bajo dan seluruh wilayah Flores.

Selain mendorong penguatan pariwisata dan sektor unggulan yang ada di Kabupaten masing-masing, BOPLBF juga berupaya memaksimalkan keterlibatan masyarakat melalui berbagai sektor industri kreatif.

“Ke depannya kami mau dorong penguatan regulasi untuk industri pariwisata, mendorong setiap pelaku usaha di bidang pariwisata mengambil semua kebutuhannya dari produsen di industri lokal. Jadi lebih ke bagaimana mempersiapkan SDM premium untuk bersama-sama menyokong Destinasi Super Premium”, lanjut Shana.

Ke-7 Tim tersebut masing-masing mengunjungi dua Kabupaten dan 3 Tim diantaranya masing-masing mengunjungi satu Kabupaten yang letaknya di kepulauan atau tidak terhubung melalui jalan trans flores.

Ke 11 Kabupaten yang masuk dalam wilayah koordinasi BOPLBF, yaitu: Kab. Manggarai Barat, Kab. Manggarai, Kab. Manggarai Timur, Kab. Ngada, Kab. Nagekeo, Kab. Ende, Kab. Sikka, Kab. Flores Timur, Kab. Lembata, Kab. Alor dan Kab. Bima.

Laporan : Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 625 kali

Baca Lainnya
x