Baliho Karnaval Komodo Tahun 2018 (Foto: TeamYPF)

FLORESEDITORIAL.COM, LABUAN BAJO –  “Hanya Kopi dan Songketlah yang menyatukan Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat.” Demikian yang disampaikan Theresia P. Asmon selaku PLT. Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan (KadisParBud) kabupaten Manggarai Barat disela-sela acara Karnaval Komodo 2018 yang dilaksanakan di Lapangan Kampung Ujung, kecamatan Komodo, kabupaten Manggarai Barat.

Panasnya cuaca kota Labuan Bajo siang itu, tidak menyurutkan niat ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara yang hadir memadati lapangan kampung Ujung kota Labuan Bajo untuk menyaksikan secara langsung pentas budaya orang Manggarai di kabupaten Manggarai Barat yang dipertontonkan dalam acara karnaval Komodo tahun 2018.

Tarian Rangkuk Alu turut dipentaskan saat acara karnaval Komodo tahun 2018 di Labuan Bajo (Foto: TeamYPF)

Acara yang akan digelar selama dua hari terhitung sejak tanggal hari ini 22 Oktober 2018 hingga besok 23 Oktober 2018 itu diramaikan dengan berbagai mata acara khas kebudayaan orang Manggarai seperti Tarian Caci, Tarian Rangkuk Alu, Tarian Danding, peragaan busana Manggarai dan puluhan mata acara lainnya bertajuk kebudayaan orang Manggarai.

Pantauan media ini, nampak acara yang dimulai pada pukul 15.00 WITA itu dihadiri oleh ratusan masyarakat dari berbagai wilayah yang datang dari kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat dan juga warga kota Labuan Bajo yang berperan sebagai tuan rumah terselenggaranya ajang tahunan Pemkab Manggarai Barat itu. Mengingat Labuan Bajo adalah destinasi wisata yang menjadi daerah tujuan wisata utama di NTT.

Selain itu, karnaval Komodo tahun 2018 kali ini dihadiri pula oleh wisatawan baik Manca negara maupun wisatawan lokal yang telah memadati lokasi pertunjukan, tak terkecuali Mantan Gubernur NTT Frans Leburaya, Anggota DPR Provinsi NTT Kristofora Bantang dan sejumlah pejabat Lingkup OPD kabupaten  Manggarai Barat.

Sejumlah Wisatawan Asing turut menyaksikan Karnaval Komodo tahun 2018 (Foto: TeamYPF)

Nampak para peserta karnaval Komodo tahun 2018 itu kompak mengenakan busana khas Manggarai, berbaju Putih, mengenakan Balibelo dan Kain serta selendang Songket.

PLT. Kepala dinas Pariwisata dan kebudayaan (ParBud) kabupaten Manggarai Barat Theresia P. Asmon menjelaskan bahwa acara tersebut terselenggara berkat dukung oleh kementerian pariwisata Republik Indonesia dengan mengangkat tema ekonomi kreatif bertajuk “Kita Manggarai”.

“Selama ini kita sering mempromosikan wisata alam kita, sementara ekonomi kreatif kita hampir hampir belum terjamah untuk dipromosikan,” jelas PLT kadis pariwisata kabupaten Manggarai Barat itu pada wartawan, Senin (22/10/2018) sore.

Iapun mengungkapkan harapannya agar suatu saat, setiap wisatawan yang datang ke Manggarai Barat bisa mengenal budaya Manggarai seperti Danding, caci, kain songket dan atribut budaya Manggarai lainnya.

“Kita kaya akan budaya, harapannya ajang ini bisa menjadi ajang promosi kebudayaan orang Manggarai,” ungkap PLT Kadisparbud Mabar  yang saat itu mengenakan busana putih berbalut songket Manggarai.

Selain mempromosikan budaya Manggarai di Manggarai Barat, kata Kadisparbud Mabar, karnaval Komodo juga menjadi ajang untuk mempromosikan kopi Manggarai.

“Kita juga mempromosikan kopi Manggarai, sehingga wisatawan yang datang bisa menikmati enaknya kopi Manggarai, karena hanya Kopi dan Songketlah yang menyatukan Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat,” jelasnya.

Selain itu, kata Theresia P. Asmon, dinas pariwisata kabupaten Manggarai Barat bersama pihak kepolisian resort Manggarai Barat juga melaunching aplikasi Komodo Police Online dan aplikasi Labuan Bajo Travel Guide.

“Aplikasi tersebut nantinya dapat didownload di Play store dan semua informasi tentang pariwisata Manggarai barat maupun tentang bagaimana para wisatawan melapor peristiwa peristiwa yang terjadi disaat berkunjung ke Labuan Bajo dapat dilihat didalam aplikasi tersebut,” tuturnya.

Sementara Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula dalam sambutannya menjelaskan karnaval Komodo 2018 adalah salah satu upaya pemerintah untuk memajukan pariwisata di kabupaten Manggarai Barat.

“Begitu besar perhatian pemerintah pusat untuk kabupaten Manggarai Barat, salahsatunya adalah terselenggaranya karnaval Komodo tahun 2018 ini,” ungkap Bupati Manggarai Barat.

Data yang diperoleh media, hingga bulan September tahun 2018,  tercatat jumlah wisatawan yang telah berkunjung ke Labuan Bajo di kabupaten Manggarai Barat telah mencapai 129.000 orang.

Jumlah kunjungan wisatawan tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara yang datang dari berbagai belahan dunia untuk menyaksikan keindahan alam di Kabupaten Manggarai Barat salah satunya adalah pulau Komodo, yang menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang ada di NTT. (AK-FE).

Loading...

Bijaksanalah dalam berkomentar. Komentar sepenuhnya menjadi tanggungjawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. Baca Kebijakan berkomentar disini

Tinggalkan Balasan