Wisata

Selasa, 23 Juli 2019 - 07:10 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Menpar RI Saat diwawancarai wartawan ketika menghadapi pagelaran tinju Internasional piala presiden di Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Menpar RI Saat diwawancarai wartawan ketika menghadapi pagelaran tinju Internasional piala presiden di Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Edison Risal)

Menpar RI Sebut NTT Sebagai New Tourism Territory

Floreseditorial.com, Labuan Bajo – Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI), Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., menilai International Boxing Tournament (IBT) 23rd President’s Cup atau Turnamen Tinju Internasional Piala Presiden ke 23 yang dilaksanakan di Labuan Bajo dalam pariwisata disebut dengan sport tourism.

Beberapa tahun terakhir Sport tourism sangat efektif dalam mempromosikan pariwisata berbagai daerah di Indonesia. Sport tourism efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi.

“IBT piala Presiden ke 23 di Labuan Bajo, dalam pariwisata disebut dengan sport tourism. Sport event yang besar bukan direct impact tetapi indirect impact, media value-nya. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara,” kata Menteri Arief dalam sambutan sebelum meresmikan pembukaan IBT, di Labuan Bajo Senin (22/7) sore.

Menurut Manteri Arief Yahya, sesuai laporan panitia, peserta yang ikut dalam Turnamen ini berjumlah 138 dari 28 Negara, dari sisi direct impact-nya maka jumlah tersebut sebenarnya sangat sedikit, atau bahkan event ini bisa mendatangkan 1000. Tetapi dari sisi indirect impact, IBT Labuan Bajo, Komodo menjadi perhatian dunia dan bahkan destinasi utama kelas dunia.

Menpar menambahkan dari 4 (empat) Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Indonesia, yang paling banyak dipilih oleh kaum Mileneal atau orang muda adalah NTT. Karena itu pelaksanaan IBT selaras dengan pilihan kaum muda atau mileneals. Jika demikian NTT bukan lagi Nasib Tidak Tentu tetapi New Tourism Territory.

“Wilayah ini tidak hanya potensi alam yang indah. Kesenian, sejarah dan budaya yang sangat potensial mendatangkan wisatawan mancanegara. Karena itu ke depan berbagai event internasional akan dilaksanakan di NTT,” katanya.

Penyelenggaraan kegiatan olahraga juga dapat menjadi trigger dalam pengembangan infrastruktur kepariwisataan. Disamping itu Event olahraga akan berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian tuan rumah, masyarakat, dan pariwisata setempat.

Kepada para Boxer, Arief berpesan agar bisa melaksanakan pertandingan demi pertandingan dengan aman dan lancar dan menjunjung tinggi sikap sportif dan fair play.

Laporan : Edison Risal

Artikel ini telah dibaca 270 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya