Wisata

Kamis, 27 Juni 2019 - 20:56 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Ngapan Keto, kawasan yang berada diketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut di desa Mbengan, kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Ngapan Keto, kawasan yang berada diketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut di desa Mbengan, kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Ngapan Keto, Surga Kecil di Rajong Koe

MANGGARAI TIMUR – Dalam perjalanan Anda dari Labuan Bajo menuju Ende, tidak ada salahnya jika Anda melipir sejenak ke kabupaten yang identik dengan Kopi di bagian timur gugus Manggarai Raya. Mungkin, Anda tidak memiliki ekspektasi apa-apa ketika mengunjungi kabupaten ini. Tetapi, jika Anda belum pernah menjelajah kabupaten ini, apa yang Anda lihat bisa dikatakan di luar perkiraan. Ya, Manggarai Timur ternyata menyimpan banyak potensi wisata yang tidak kalah dibandingkan daerah lainnya di Flores

Bergerak meninggalkan jalan lintas Flores di kabupaten tersebut menuju arah Timur, sekitar dua jam kemudian, jalan mulai terasa naik-turun. Rupanya untuk menuju ke Ngapan Keto, kita harus melewati daerah pegunungan, Sekitar satu jam kemudian, kita memasuki kampung kecil itu: Rajong Koe.

Gugusan pegunungan hingga hamparan laut Sawu yang terlihat dengan jelas dari Ngapan Keto (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Rajong Koe adalah induk kampung Nunur di desa Mbengan, kecamatan Kota Komba, daerah yang tidak terlalu padat—tentu saja jika dibandingkan dengan Borong, ibu kota kabupaten Manggarai Timur. Mayoritas penduduknya hidup dari bertani, maka tak heran hamparan sawah menghijau mudah sekali kita temukan di kanan-kiri, bahkan di sela-sela bangunan rumah-rumah di pinggir jalan.

Layaknya jalanan-jalanan yang berkolok-kelok dan berlubang, suasana menuju Rajong Koe mengingatkan pada suasana kota lainnya di kabupaten ini. Banyak ditemukan Jalan-jalan yang berkelok-kelok dan berlubang meski demikian lalu lintas yang tidak padat membuat orang ingin kembali kesana.

Jika Anda telah sampai di Rajong Koe, tidak ada salahnya untuk mampir mencicipi penganan khas Rajong Koe, Nasi Bambu yang bisa kalian pesan di rumah – rumah penduduk sekitar.

Jangan khawatir ada banyak penganan khas Rajong Koe lain yang bisa Anda coba dalam kunjungan Anda kesana. Semuanya bisa Anda dapatkan tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Sebab, masyarakat tidak mematok harga terlalu mahal.

Ketika perut Anda sudah nyaman dan terisi penuh, pertanyaan selanjutnya, lokasi wisata apa yang bisa kita temukan di Rajong Koe?

Anda yang ingin merasakan udara segar khas perbukitan, Bukit Ngapan Keto merupakan lokasi yang pas. Di sini Anda tidak hanya bisa menikmati pemandangan Samudera Hindia dari ketinggian sekitar 2000 kaki diatas permukaan laut, lokasinya yang berada di area yang cukup tinggi membuat daerah ini juga mampu menampilkan keindahan matahari terbenam. Layaknya di daerah dengan ketinggian, di sini Anda bisa menemukan deretan tanaman khas pegunungan dan aroma cengkih milik para petani Rajong Koe yang menambah kesejukan di kawasan tersebut.

Barisan pepohonan khas pegunungan dibalut pohon Cengkih milik warga semakin memanjakan mata anda saat berkunjung ke kawasan ini (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Ngapan Keto sendiri menyimpan cerita legenda. Dikisahkan oleh Adolfus Latong, di masa lalu, seorang lelaki di lokasi itu memiliki dua orang istri.

Saat menggelar pesta adat, sang suami tidak berlaku adil saat membagi daging bagi kedua istrinya. Suami cuma mengutamakan istri keduanya.

Kepada istri keduanya ia memberikan daging babi hutan, namun pada istri keduanya ia memberi ulat berukuran besar.

Kesal karena suaminya cuma mengutamakan istri kedua, istri pertama memakai ulat tersebut sebagai cincin saat mengikuti pesta adat tersebut hingga membuat warga lainnya tertawa.

Menurut cerita rakyat, karena tertawaan saat pesta adat tersebut terjadilah bencana, dalam bahasa setempat disebut Reno, hingga bukit Ngapan Keto terbelah.

Alhasil, sebagian dari bukti Ngapan Keto itupun terlempar hingga ke kampung Nanga Rawa, dan mereka menamainya nama Tolo Rajong.

Bukit Tolo Rajong itu sendiri bisa terlihat dengan jelas dari Bukit Ngapan Keto.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 528 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya