Wisata

Kamis, 10 Oktober 2019 - 16:06 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Dinas Pariwisata Mabar bekerja sama dengan Kemenpar RI adakan seminar pengembangan desa wisata dalam rangka pelatihan pemandu wisata (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Dinas Pariwisata Mabar bekerja sama dengan Kemenpar RI adakan seminar pengembangan desa wisata dalam rangka pelatihan pemandu wisata (Foto: TeamYPF/Jivansi Helmut)

Pemandu Wisata Harap Perhatikan hal ini!

Floreseditorial.com, Labuan Bajo- Dinas Pariwisata Mabar bekerja sama dengan Kemenpar RI adakan seminar pengembangan desa wisata dalam rangka pelatihan pemandu wisata di labuan bajo pada Kamis, (10/10/19) di Luwansa Beach resort, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam diskusi tersebut dijelaskan,tentang bagaimana menjadi pemandu wisata yang baik di daerah pariwisata destinasi super prioritas ini.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Mabar Sebastian Pandang yang hadir sebagai salah narasumber dalam acara itu menjelaskan tentang hal teknis opening atau pembuka saat menyambut tamu. Menurut Dia, kesan pertama yang baik sangat penting, agar hubungan pemandu dan tamu tidak canggung selama berwisata.

“Senyum menjadi senjata utama untuk memberi kesan yang ramah kepada tamu. Kemudian perhatikan penampilan”,ungkap Ketua HPI Mabar.

Demikian Ia menambahkan, dalam menggunakan pakaian atau aksesori yang berbau lokal akan menambah kesan menarik saat berjumpa dengan tamu.

Selain itu Ia juga mengingatkan, agar setiap pemandu harus memperkenalkan diri atau introduction kepada tamu.

“Mengucap salam, kemudian memperkenalkan diri dan memperkenalkan kolega ,sopir, crew, captain, yang ada saat itu”,ucap Sebastian.

Dalam presentasinya Ia juga menjelaskan, bahwa, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama memandu, seperti tidak merokok selama bekerja, bersin di depan tamu, sering melihat jam di depan tamu, menggaruk hidug, memasukkan jari ke lubang hidung, mengunyah permen, berteriak, bertepuk tangan untuk memanggil teman, dan menceritakan kekurangan pribadi.

Tujuan utama menjadi pemandu selain memberi kepuasan kepada pengunjung selama berwisata juga memberi pengalaman maksimal kepada pengunjung agar mereka merasa berkesan untuk kembali lagi, kata Dia.

“Pemandu merupakan ujung tombak untuk memperkenalkan Labuan Bajo ke dunia internasional. Pembawaan yang baik dan wawasan yang luas mengenai pariwisata di Labun Bajo sangat penting dimiliki oleh seorang pemandu”,tutup Sebastian Pandang.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 178 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya
x