Wisata

Sabtu, 8 Juni 2019 - 19:37 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Lembah kelabbamaja yang terdapat di desa Waddumaddi, Kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)

Lembah kelabbamaja yang terdapat di desa Waddumaddi, Kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)

Potret Keindahan Sabu Raijua Yang Wajib Kamu Kunjungi Saat Berlibur ke NTT

Floreseditorial.com – Kabupaten Sabu Raijua adalah salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyantopada 29 Oktober 2008 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Kupang.

Pulau Sabu juga dikenal dengan sebutan Sawu atau Savu. Penduduk di pulau ini sendiri menyebut pulau mereka dengan sebutan Rai Hawu yang artinya Tanah dari Hawu dan orang Sabu sendiri menyebut dirinya dengan sebutan Do Hawu. Nama resmi yang digunakan pemerintah setempat adalah Sabu. Masyarakat Sabu menerangkan bahwa nama pulau itu berasal dari nama Hawu Ga yakni nama salah satu leluhur mereka yang dianggap mula-mula mendatangi pulau tersebut.

Menurut sejarah, nenek moyang orang Sabu berasal dari suatu negeri yang sangat jauh yang letaknya di sebelah Barat pulau Sabu. Pada abad ke-3 sampai abad ke-4 terjadi arus perpindahan penduduk yang cukup besar dari India Selatan ke Kepulauan Nusantara. Perpindahan penduduk itu disebabkan karena pada kurun waktu itu terjadi peperangan yang berkepanjangan di India Selatan.

Dari syair-syair kuno dalam bahasa Sabu dapat diperoleh informasi sejarah mengenai negeri asal leluhur Sabu. Syair-syair itu mengungkapkan bahwa negeri asal orang Sabu terletak sangat jauh di seberang lautan di sebelah Barat yang bernama Hura. Di India terdapat Kota Surat di wilayah Gujarat Selatan yang terletak di sebelah Kota Bombay, Teluk Cambay, India Selatan. Kota Gujarat pada waktu itu sudah terkenal sebagai pusat perdagangan di India Selatan. Orang Sabu tidak dapat melafalkan kata Surat dan Gujarat sebagaimana mestinya, sehingga mereka menyebutnya Hura.

Para pendatang dari India Selatan ini menjadi penghuni pertama pulau Raijua di bawah pimpinan Kika Ga atau disebut juga Hawu Ga. Keturunan Kika Ga inilah yang disebut orang Sabu (Do Hawu). Setelah kawin mawin mereka kemudian menyebar di Pulau Sabu dan Raijua dan menjadi cikal bakal orang Sabu.

Objek wisata Sabu Raijua didominasi oleh wisata budaya dan wisata pantai. Adapun beberapa yang cukup dikenal oleh wisatawan lokal seperti Dataran Tinggi Raekore, kampung adat namata dan masih banyak lagi.

Berikut potret keindahan Sabu Raijua hasil dokumentasi Efa Mita, salah seorang fotografer lokal.

Lembah kelabbamaja yang terdapat di desa Waddumaddi, Kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)
Kampung adat Namata di desa raeloro kecamatan Sabu Barat (Foto: Efa Mita)
Pantai Ke Po di Desa Hallapaji, kecamatan Liae (Foto: Efa Mita)
Lantai Lie Bo di desa Lederaga, kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)
Pantai Madjalla di desa Waduwalla, kecamatan Liae (Foto: Efa Mita)
Pengrajin tenun ikat di desa Ramedue, kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)
Pantai Lie Mone di desa Dainao kecamatan Liae (Foto: Efa Mita)
Pengrajin garam tradisional di kecamatan Sabu Tengah (Foto: Efa Mita)
Gua Mabala di Desa Eimau kecamatan Sabu Tengah (Foto: Efa Mita)
Laguna Porohuhu Lederaga do kecamatan Hawu Mehara (Foto: Efa Mita)

Laporan : Wahyu

Artikel ini telah dibaca 2418 kali

Baca Lainnya