Wisata

Selasa, 16 Oktober 2018 - 09:01 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Kondisi pasca renovasi terhadap area wisata kuliner Kampung Ujung yang berdesain modern (Foto: TeamYPF)

Kondisi pasca renovasi terhadap area wisata kuliner Kampung Ujung yang berdesain modern (Foto: TeamYPF)

Wisata Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo dan Dampak Pasca Renovasi

FLORESEDITORIAL.COM, LABUAN BAJO – Semakin banyaknya arus kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, tentu berdampak pula pada daya tampung pengunjung di area wisata kuliner Kampung Ujung.

Maka yang perlu dipikirkan adalah tidak hanya renovasi terhadap lapak-lapak pedagang kuliner yang telah rampung proyeknya dikerjakan saat ini, tetapi juga perlu dipikirkan untuk menutup secara permanen jalan Kampung Ujung bagi semua jenis kendaraan bermotor, dimulai dari simpang Bajo Bay Restoran hingga area Pasar Ikan atau yang dikenal selama ini dengan sebutan TPI Kampung Ujung.

“Kondisi pasca renovasi terhadap area wisata kuliner Kampung Ujung yang berdesain modern, patut kita apresiasi. Akan tetapi dengan adanya kondisi tersebut muncul persoalan baru, yaitu mengenai daya tampung wisatawan yang hendak menikmati makanan di area tersebut sepertinya justru berkurang setelah saya memperhatikan desain kursi/bangku yang terlihat saat ini di lokasi,” jelas Muhammad Achyar saat ditemui media ini pada Senin (15/10/2018).

Menurut Penasehat Asosiasi kapal wisata (ASKAWI) kabupaten Manggarai Barat ini, persoalan lain yang muncul pasca renovasi lapak lapak kuliner Kampung Ujung di Labuan Bajo adalah terkait persoalan estetika.

“Misalnya ditempatkannya wastafel dipinggir jalan yang entah digunakan untuk mencuci piring , mencuci tangan, mencuci muka atau mungkin bahkan bisa buat cuci motor atau bahkan mobil karena diletakkan dipinggir jalan, hanya arsitek, kontraktor dan Tuhan yang tahu pasti apa kegunaanya,” jelas Muhammad Achyar.

Loading...

Ia menjelaskan bahwa, dapat dibayangkan jika area wisata kuliner Kampung Ujung benar-benar ditutup aksesnya bagi berbagai jenis kendaraan bermotor.

“Maka area tersebut kelak tidak hanya akan menjadi tempat area wisata kuliner yang nyaman bagi wisatawan, tapi sekaligus menjadi area pedestrian, tempat hiburan rakyat dipentaskan. Mungkin kelak bisa dibuatkan panggung khusus untuk live music dan sebagainya yang dapat mengiringi suasana saat wisatawan menghabiskan waktunya di Kampung Ujung,” tandasnya.

Bahwa dengan ditutup secara permanennya jalan Kampung Ujung, lanjut Muhammad Achyar, maka setiap kendaraan bermotor dapat dialihkan jalurnya menuju Jalan Mutiara, yang kemudian bisa memilih berbagai alternatif jalan, bisa terus lurus ke arah simpang Garden Resto.

“Artinya kembali ke jalan utama Soekarno Hatta, atau bisa memilih alternatif berbelok ke kanan melewati jalur Hotel Pelangi, jalur Kantor Camat Komodo lama yang semuanya bersinggungan dengan area Lapangan Bola Kampung Ujung dan berujung ke area Pelabuhan baik pelabuhan ASDP maupun pelabuhan milik KUPP/Syahbandar,” jelasnya.

Area Lapangan Kampung Ujung, kata Muhammad Achyar, dapat dimanfaatkan oleh pemerintah setempat atau Pemda Mabar untuk meningkatkan PADnya dengan menjadikan sebagian area tersebut sebagai area parkir berbayar yang tentu dikelola secara profesional.

“Siapa saja kelak yang akan parkir di area tersebut? Ya tentu saja tidak lain kendaraan para wisatawan yang berkunjung ke area wisata kuliner Kampung Ujung pun bisa kendaraan para penumpang, pengantar maupun penjemput tamu wisata di area Pelabuhan,” ujarnya.

Dengan demikian, ungkap pria yang juga berprofesi sebagai Advokat itu, kelak area wisata kuliner Kampung Ujung tidak saja memiliki fungsi sebagai area wisata kuliner, tapi juga sekaligus menjadi area pedestrian yang nyaman, area rekreasi dan hiburan rakyat, area komersil yang dapat mengakomodir menggeliatnya usaha kecil dan menengah tetapi juga sekaligus memberi solusi bagi parkir area yang selama ini dikeluhkan menyebabkan kemacetan di area wisata kuliner Kampung Ujung maupun area Pelabuhan.

“Nah sekarang tinggal menunggu niat baik, daya kreatifitas semua pihak, termasuk masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya dan pemilik otoritas utamanya Pemda Manggarai Barat dalam hal ini Bupati, mau tidak mewujudkan hal ini,” tukasnya. (AK-FE)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya